Connect
To Top

Interpretasi Androgini

Melintasi pergantian jaman, gaya androgini terus berevolusi dan berhasil mencuri perhatian.

Givenchy / Foto Net A Porter

Givenchy / Foto Net A Porter

Setelan jas dan celana yang menjadi identitas tampilan androgini, sejak akhir perang dunia kedua hingga saat ini masih menjadi andalan busana kerja kaum perempuan urban. Dengan ekstra sentuhan aksesori, tampilan ini tak jarang dikenakan untuk pesta. Praktis, nyaman, dan terlihat rapi yang membuat gaya klasik ini selalu diminati.

Androgini dimaknai sebagai gaya yang meleburkan elemen maskulin dan feminin. Siluet, material, hingga warna yang terinspirasi pakaian laki-laki menjadi karakter gaya ini. Di antaranya blazer, celana berpotongan longgar, bow tie, dan sepatu oxford. Untuk wujudkan tampilan androgini yang beda, pilihlah suit dengan siluet yang sesuai bentuk tubuh Anda. Padankan dengan kemeja berwarna kontras dan permanis dengan untaian scarf. Kenakan heels warna senada dengan kemeja yang tampak provokatif.

Ikon Androgini

  • Di tahun 1920-an, desainer Coco Chanel mempopulerkan gaya flapper yang praktis dan bersiluet longgar sebagai ekspresi kebebasan. Ia juga mendesain celana panjang untuk perempuan yang pada masa itu dianggap tabu.
  • Seorang pelopor gaya androgini, Marlene Dietrich sering terlihat mengemudi dengan memakai suit dan tuksedo. Aktris kelahiran Jerman yang terkenal di Amerika pada 1930-an ini mendapatkan nominasi Oscar untuk perannya sebagai penyanyi kabaret berpakaian tuksedo di film Morroco.
  • Tahun 1943, Katherine Hepburn muncul dengan celana panjang di film The Philadelphia Story. Sehari-hari, ia kerap dibalut kemeja yang dikancing hingga bawah dan dipadu celana panjang. Kala itu, kaum perempuan yang memakai celana masih belum diterima secara sosial.
  • Di era 60-an, gaya androgini berani ditampilkan di catwalk. Tampilan boyish ala model ikonik Twiggy menginspirasi para desainer untuk bereksperimen dengan gaya fenomenal tersebut.
  • Patti Smith yang dikenal sebagai Godmother of Punk, menawarkan tampilan baru melalui debut albumnya, Horses, tahun 1975. Atribut andalannya adalah kemeja laki-laki dengan misbuttoned, skinny tie, dan rambut ditata berantakan.
  • Di era demam disko, film Annie Hall yang dirilis tahun 1977 memberikan pilihan gaya berbeda. Melalui karakter yang diperankan, Diane Keaton memotivasi kaum perempuan untuk mengoleksi rompi, topi fedora, dan sarung tangan.
  • Di awal 80-an, Annie Lennox yang menjadi vokalis Eurythmics tampil dengan suit ala laki-laki, plus dasi kecil, yang memberi pesan kesetaraan gender. Gaya otentik Lennox ini menginspirasi koleksi keluaran rumah mode Dolce & Gabbana tahun 2011.
  • Kecintaan Madonna pada potongan jas, muncul pertama kali tahun 90-an dengan renda dan bustier di video musiknya berjudul “Vogue” dan “Express Yourself ”. Di ajang Grammy tahun lalu, ia setia tampil dengan gaya favoritnya tersebut.
  • Memasuki dekade 2000, presenter Ellen DeGeneres konsisten mengenakan setelan jas dengan nafas baru. Kaos bergaris horizontal dilapisi blazer berlengan panjang yang digulung sedikit, lalu dipadu celana panjang dan sepatu sneaker warna putih merupakan padanan yang pernah ia populerkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Get The Look

  • Daya Pikat Boot

    Sokong gaya Anda dengan bentuk boot yang tepat.

    Christina M. AndersonSeptember 2, 2015
House of Harlow 1960