Connect
To Top

Fendi Terus Melaju dengan Fur

Mengolah kemewahan material faux corduroy, Fendi mendandani laki-laki dengan tampilan beda.

Fendi, label asal Italia ini identik dengan penggunaan material fur dan kulit. Silvia Venturini yang telah bergabung sejak 1994 sebagai Creative Director untuk lini laki-laki dan aksesori, tak berhenti menawarkan hal-hal baru. Desain koleksi Fendi untuk laki-laki pun menjadi inovatif. Seperti yang terlihat pada koleksi Fall/Winter 2015.

Melalui koleksi yang diperagakan di atas runway dengan latar dekorasi bulu halus warna abu-abu, Silvia memperkenalkan material yang diberi istilah faux corduroy. Sekilas material ini seperti corduroy, namun jika dilihat lebih dekat, sebenarnya terbuat dari bahan kulit domba yang dipotong dengan laser sehingga menimbulkan pinstripes tiga dimensi yang menyerupai tekstur corduroy. Sekali lagi, Fendi menegaskan kekuatan olahan material dalam koleksinya. Selain mengandalkan fur dan faux corduroy, dikombinasikan pula dengan nappa leather, suede, kasmir, wol, bahkan sutra.

Variasi material tersebut dituangkan dalam wujud celana dipadu jaket, jas, dan coat, mulai dari yang berciri relaks, klasik, mewah, hingga yang sarat dengan ornamen yang mencuri perhatian. Tak hanya mengandalkan kekayaan tekstur dari material yang digunakan, aksen patchwork pun ditampilan sebagai daya tarik koleksi ini. Permainan garis juga ditampilkan pada beberapa atasan. Kesan maskulin diperkuat dengan potongan yang lurus dan tegas.

Tiap material yang digunakan punya karakter yang kuat. Namun Silvia memadu-padankannya tanpa menimbulkan kesan yang berat. Seperti bahan kulit yang diberi sentuhan bulu di bagian pergelangan tangan, atau mantel tebal dari wol berwarna coklat yang diaplikasikan dengan bulu warna senada di bagian kerahnya. Bahkan coat berbahan fur diberi sentuhan rajutan untuk menciptakan efek usang.

Sesuai musimnya, pilihan warna didominasi oleh hitam dan abu-abu. Namun tak luput dikombinasikan dengan warna seperti biru, coklat, oker, merah anggur, merah bata, dan hijau. Dipadankan dengan aksesori seperti tas tangan dan ransel, serta syal dengan detail kantong. Melalui koleksi ini, Fendi membuktikan inovasinya dalam mengolah material yang menjadi identitas label yang berdiri sejak 1925 ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Runway

  • Batik Kudus di Pasar Malam

    Melalui label Balijava, Denny Wirawan membuktikan kepeduliannya untuk terus menghidupkan wastra warisan leluhur. Ia kerapkali diundang untuk menampilkan koleksi Balijava di...

    Siti RahmahSeptember 8, 2015
  • Dua Sisi Perempuan dalam Busana Couture

    Untuk pertama kalinya desainer Hian Tjen menggelar fashion show tunggal. Dua hal yang membuat pagelaran ini jadi menarik. Pertama, busana yang...

    Siti RahmahAugust 22, 2015
  • Inspirasi Personal Andreas Odang

    Dalam perhelatan Unveil Wedding Exhibition yang digelar di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada awal Juni silam, desainer Andreas Odang menampilkan rancangan busana...

    Christina M. AndersonJuly 14, 2015
House of Harlow 1960